Transformasi Pendidikan di Wilayah 3T: Dari Literasi ke Pemberdayaan

Terbit:25 April 2026
Kualitas pendidikan di wilayah tertinggal masih menjadi tantangan serius di Indonesia. YLRA mencoba menjawab tantangan tersebut melalui intervensi yang terukur dan berkelanjutan. Salah satu program utamanya adalah peningkatan kapasitas guru dan siswa melalui Program Organisasi Penggerak (POP) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan (2019–2022). Program ini tidak berhenti pada pelatihan formal. Sebanyak puluhan guru dilatih untuk menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi. Pendekatan ini menunjukkan pemahaman bahwa perubahan sistem pendidikan harus dimulai dari aktor kunci di dalamnya, yaitu guru. Selain itu, inisiatif pembangunan taman baca dan pendampingan pendidikan anak usia dini memperlihatkan bahwa YLRA mengadopsi pendekatan ekosistem. Pendidikan tidak dilihat sebagai aktivitas di dalam kelas semata, tetapi sebagai proses sosial yang melibatkan komunitas secara luas. Dengan strategi ini, YLRA tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun fondasi budaya belajar yang berkelanjutan.

Mari menjadi bagian dari perubahan.

Kontribusi Anda dapat membantu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.